Welcome to Gaia! ::

Indonesia Ngerumpi Guild

Back to Guilds

First Rank Indonesia Guild in Gaia ;3 are you Indonesian? come join us >:D 

Tags: Indonesia, indo, indonesian, ngerumpi, Indon 

Reply .::Cafe Merk Indo::.
Jalan-jalan, yuk !!

Quick Reply

Enter both words below, separated by a space:

Can't read the text? Click here

Submit

ingin jalan-jalan ke mana?
  Amerika
  Eropa
  Jepang
  Singapura
  Australia
  lainnya
  ga, ingin di rumah aja :P
View Results

yoji0475

5,000 Points
  • Forum Sophomore 300
  • Signature Look 250
  • Dressed Up 200
PostPosted: Fri Sep 30, 2011 2:00 am


Hi... indonesia ngerumpi-ers. smile

Mari jalan2 yuk, kalau ada referensi tempat untuk jalan2 diposting di sini ya! 3nodding 3nodding 3nodding
PostPosted: Fri Sep 30, 2011 2:04 am


Harajuku, Perpaduan Tradisional dan Modern

Oleh Syanne Susita

Pada sebuah Minggu sore, saya berkesempatan menginjakkan kaki di Harajuku, Tokyo. Dari stasiun pemberhentian kereta JR saya menyeberang jalan dan sampai di Takeshi Dori, jalan yang menjadi ciri khas tempat anak muda Jepang mengekspresikan diri ini.

Tujuan pertama adalah gerbang Harajuku. Sepanjang jalan menuju gerbang, puluhan remaja Tokyo tampil dengan berbagai gaya dandanan (biasa disebut “cosplay”, singkatan dari costume play), mulai dari gothic hingga anime. Yang unik, banyak juga turis sengaja berdandan gothic dan ikutan tampil sepanjang jalan. Seandainya, saya percaya diri seperti mereka!

Ada juga yang ngamen, lengkap dengan drum dan gitar elektrik dan juga penyedia jasa kaligrafi Jepang dengan berbagai model tulisan kanji yang digelar di tengah jalan. Yang terakhir ini, sepintas seperti jajaran tukang tato jalanan di daerah Melawai-Blok M Jakarta.

Gerbang Harajuku merupakan titik awal jalan setapak menuju Meiji Jingu, kuil yang menjadi saksi sejarah periode Meiji. Daerah Harajuku memang merupakan perkawinan tradisional dan modern. Di sebelah kiri, di daerah Yoyogi menampilkan unsur tradisional, sementara di sisi kanan, Harajuku modern, mulai dari bangunan dan gaya hidupnya (makanan, kostum, butik, dan pengunjungnya)

Sepanjang jalan menuju kuil, kita bisa melihat jajaran drum anggur yang dulunya adalah lokasi tempat penyimpanan anggur milik kaisar. Masuk ke dalam jalan setapak yang ada di kiri jalan, kita akan digiring menuju taman Yoyogi yang asri. Puas menikmati hijaunya taman, kita melanjutkan ke kuil Meiji. Di kuil ini, kita bisa menyampaikan keinginan kita di papan kayu (dijual seharga 500 yen). Papan kayu ini kemudian digantung di satu papan besar yang ada di halaman kuil.

Saya balik ke stasiun Harajuku untuk merasakan kepadatan jalan Takeshi, yang merupakan daya tarik Harajuku. Harus diakui kepadatan orang yang lewat di jalan ini di Minggu sore memang tidak kalah dengan kerumunan di PRJ Kemayoran. Sambil berdesak-desakan, saya melihat baju dan aksesori yang dijual di sepanjang jalan.

Dari kejauhan, di salah satu jalan kecil menuju kawasan butik mewah Omotesando, saya melihat antrean panjang orang membeli takoyaki! Pilihan takoyaki di daftar menu agak membuat saya kagok, tapi akhirnya saya mencoba takoyaki dengan saus mentaiko.

Sambil menyantap takoyaki, saya menyusuri Omotesando, daerah yang sering disebut Champs-Elysees-nya Tokyo. Di belakang toko mewah, terlihat beberapa gedung menjulang yang merupakan apartemen mewah yang menjadi tempat tinggal banyak selebritas Jepang. Konon salah satu gedung tinggi itu adalah tempat tinggal penyanyi wanita Jepang terkenal, Ayumi Hamasaki.

Sedangkan menengok ke dalam toko-toko di sepanjang jalan ini memang membuat mata segar. Tetapi jelas membuat kantong menjerit kalau nekat berbelanja di sini. Ketika masuk toko Nike, misalnya. Seperti model-model sepatu yang dijual model terbatas.

Saya sempat melihat sepatu olahraga motif batik, yang kabarnya hanya diproduksi sekitar tiga ratus pasang. Di Indonesia saja tidak ada, eh, malah dijual di Jepang. Saya tidak berani mencari tahu harganya. Takut tidak siap mental.

Di copy-paste dari:
Harajuku

yoji0475

5,000 Points
  • Forum Sophomore 300
  • Signature Look 250
  • Dressed Up 200

HollywoodNobody
Crew

1,150 Points
  • Beta Contributor 0
  • Dressed Up 200
  • Hygienic 200
PostPosted: Fri Sep 30, 2011 11:29 pm


-hospital
-panti jompo
-rumah yatim
PostPosted: Sun Oct 02, 2011 7:06 pm


HollywoodNobody
-hospital
-panti jompo
-rumah yatim


he he he sweatdrop
boljug tuh, tapi kalo k hospital,
gw kalo bisa kalo ngejenguk teman atau keluarga aja deh ...
xp

yoji0475

5,000 Points
  • Forum Sophomore 300
  • Signature Look 250
  • Dressed Up 200

yoji0475

5,000 Points
  • Forum Sophomore 300
  • Signature Look 250
  • Dressed Up 200
PostPosted: Thu Oct 13, 2011 12:18 am


Sehari Keliling Kota Pelabuhan Yokohama

Oleh Syanne Susita

Pada hari terakhir di Jepang, saya memutuskan mengunjungi Yokohama. Jarak dari Tokyo ke Yokohama ditempuh hanya dalam 30 menit dengan kereta bawah jalur oranye, Tokyu Toyoko dari Shibuya.

Tujuan pertama adalah Chinatown (atau biasa disebut Yokohama Chukagai), yang memang menjadi stasiun terakhir jalur oranye ini. Daerah yang terletak di Yokohama pusat ini merupakan kota pecinan terbesar di Jepang.

Berbeda dengan kota pecinan lainnya, Yokohama Chukagai ini terlihat tidak terlalu sibuk dan ramai. Yang paling mencolok dari daerah ini adalah jajaran restoran dan toko obat tradisional dan toko oleh-oleh.

Yang terakhir ini, terus terang, malas saya datangi karena beda-beda tipis dengan Hongkong tetapi harganya lebih mahal. Saya lebih tergiur dengan jajaran kios camilan dan jajanan pasar, terutama bakpao (manju). Tiap sepuluh meter, hampir pasti ada yang menjual bakpao.

Klenteng Kanteibyo dan pintu gerbang warna-warni, yang cukup banyak ditemui di beberapa jalan, juga jadi daya tarik sendiri. Pintu gerbang bersama dengan lampu lampion merah bisa dibilang jadi ciri khas daerah ini. Bagus buat lokasi foto-foto.

Yang agak mengejutkan, ternyata klenteng yang dibangun tahun 1873 ini tidak terlalu besar seperti di dalam gambar.

Hanya lima menit berjalan kaki dari kota pecinan, saya langsung menemukan taman Yamashita. Menyusuri taman sepanjang 750 meter yang menghadap lautan ini sangatlah menyenangkan. Sambil duduk di bangku taman, saya melihat kapal besar Hikawa Maru di sisi kanan dan jajaran taman bunga asri di sisi kiri. Menengok ke belakang, terlihat menara observasi marinir Yokohama setinggi 106 meter.

(Oh ya, kabarnya kapal ini ketika beroperasi di tahun 1930 sempat mengangkut Charlie Chaplin dalam salah satu perjalanannya dari Seattle ke Yokohama).

Walau hanya duduk-duduk, saya sangat menikmati pemandangan di sekitar taman ini. Aktivitas warga Yokohama di taman ini pun cukup menarik. Ada yang menggunakan taman ini sebagai tempat joging, membawa anjing berjalan-jalan atau pasangan yang membawa bayinya menikmati terik matahari pagi menjelang siang. Namun yang paling unik adalah saat melihat sekelompok orang tua sedang asyik melukis pemandangan.

Kapal laut besar, dermaga dan lautan sepertinya tidak bisa dipisahkan dari kota yang terletak di teluk Tokyo ini. Begitu juga, sisa-sisa peninggalan Amerika seperti meriam, kapal tua, dan beberapa gudang pun terlihat hampir di beberapa sudut kota.

Puas menikmati taman, saya lanjut melangkahkan kaki menuju daerah Minato Mirai 21, terutama menara Landmark, yang merupakan gedung tertinggi di Jepang. Selain ingin melihat seperti apa dalamnya, saya juga berharap bisa mampir ke mal sebelahnya, Landmark Plaza dan Queen’s Square. Saya juga mampir ke Hard Rock Café untuk membeli cendera mata dan makan siang.

Di seberang Hard Rock Café, tampak kincir angin yang merupakan satu bagian atraksi dari taman hiburan Cosmo World. Kincir angin ini bersama dengan gedung Landmark menjadi dua bangunan yang menjadi ciri khas Yokohama.

Setelah puas memborong beberapa T-shirt di outlet Uniglo di Queen’s Square, saya segera menyeberang jalan dan menuju lokasi kunjungan terakhir saya di Yokohama: dermaga Osanbashi.

Selama berjalan menuju lokasi, godaan berbelanja cukup banyak karena saya menemukan dua mal besar lagi yang membuat perut pulas (ehem, Hello Kitty!), World Porters dan Red Brick Warehouse (Akarenga Soko). Mal yang terakhir ini cukup unik. Berhubung gedung tersebut bekas gudang pelabuhan, malnya agak temaram.

Seperti juga taman Yamashita, dermaga Osanbashi juga jadi tempat nongkrong yang asyik. Setelah dibangun ulang pada 2002, dermaga ini menjadi terminal penumpang untuk kapal-kapal pesiar dari luar negeri yang masuk lewat Yokohama.

Yang agak menyakitkan mata adalah beberapa tuna wisma yang tertidur di bangku taman. Tak sangka, kota pelabuhan mewah seperti ini pun punya masalah yang sama juga ya.

sumber:
Yokohama
PostPosted: Wed Nov 16, 2011 11:51 pm


Berendam Air Panas di Odaiba

Oleh Syanne Susita

Jika bukan karena teman, saya mungkin tidak akan mampir ke Odaiba — daerah surga belanja dan hiburan di pinggir teluk Tokyo, yang sebenernya merupakan pulau tambahan dan dibangun sebagai benteng pertahanan dari serangan laut.

Dan rekomendasi teman saya tidak salah. Begitu tiba di stasiun Daiba, pusat perbelanjaan Aqua City dan gedung Fuji TV yang berarsitektur unik siap menyambut. Sungguh surga belanja. Selain Aqua City, ada juga Decks yang sejajar. Hanya berjarak satu blok, ada Venus Fort yang sepintas seperti pertokoan di dalam Venetian Macao.

Berhubung kantong pas-pasan dan tidak berniat belanja, saya pun langsung melangkahkan kaki ke gedung Telecom Center (yang terletak di sebelah Fuji TV). Dari lantai tertinggi Telecom Center, kita bisa melihat pemandangan Tokyo dari ketinggian dengan gratis.

Setelah puas melihat pemandangan, saya memutuskan mencoba onsen, rumah pemandian yang populer di Odaiba. Yang paling luas di Tokyo, dengan desain dan tata cara mandi seperti pada zaman Edo, adalah Ooedo Onsen Monogatari. Tak heran harga masuknya 2900 yen (Rp 300 ribu) — hampir enam kali lipat dari harga pemandian di hotel kapsul saya di Asakusa.

Tetapi ada harga ada barang. Fasilitas Ooedo Onsen Monogatari memang super lengkap. Setelah membayar, pengunjung diharuskan menggunakan kimono sehingga suasana tradisionalnya langsung terasa. Ada 19 motif kimono yang dipajang di situ sehingga saya pun bebas memakai yang mana.

Dengan enam macam kolam pemandian, plus ruang uap dan sauna, berendam di sini rasanya seperti di surga. Saya suka berendam di kolam Kinu-no-Yu yang airnya berwarna putih (dan kabarnya berkhasiat mencerahkan kulit). Saya juga suka berendam di kolam luar ruangan, karena sebelumnya tidak pernah berendam di ruangan terbuka tanpa mengenakan pakaian.

Di beberapa sudut ruangan terbuka terdapat gentong besar untuk mereka yang ingin berendam sendirian.

Setelah puas berendam, saya berjalan berkeliling. Ternyata, ada juga fasilitas spa dan pijat dengan berbagai macam teknik (termasuk di kursi pijat yang menggunakan koin). Di bagian tengah gedung, berjajar toko oleh-oleh dan makanan dengan desain interior yang sudah disulap seperti zaman Edo.

Selain toko-toko itu, ada juga aula luas tempat pengunjung bersantap cemilan atau sekadar merebahkan badan untuk melepas penat.

Puas mencoba onsen, saya melanjutkan perjalanan. Tujuan terakhir adalah Odaiba Kaihin Kōen, taman pinggir teluk yang menampilkan replika patung Liberty. Sepintas memang mirip di New York, apalagi dengan tambahan jembatan pelangi sebagai latar belakang.

Pasir putih dan puluhan burung camar menjadi pemandangan yang menyegarkan mata. Pantas jika tempat ini menjadi lokasi favorit pasangan berkencan. Saya membayangkan, jika datang malam hari pasti pemandangan serta lampu warna-warni dari jembatan pelangi ini romantis.

Usai menikmati angin segar laut, saya pun memutuskan kembali ke kota dengan menggunakan kapal. Setelah melihat dari atas, saya ingin melihat Tokyo dari sisi lain, yaitu dengan menyusuri sungai Sumida sampai ke Asakusa, pelabuhan terakhir yang dekat dengan hotel.

sumber: Yahoo Travel: Odaiba

yoji0475

5,000 Points
  • Forum Sophomore 300
  • Signature Look 250
  • Dressed Up 200

Andsonz v2
Vice Captain

Popular Gaian

8,900 Points
  • Cat Fancier 100
  • Forum Sophomore 300
  • Millionaire 200
PostPosted: Thu Nov 17, 2011 6:24 am


saya pengen ke seluruh negara exotic di dunia 4laugh
PostPosted: Thu Nov 17, 2011 11:47 pm


Andsonz V2
saya pengen ke seluruh negara exotic di dunia 4laugh


Banyak atuh sweatdrop
India salah satunya....
dan Indonesia juga blaugh

yoji0475

5,000 Points
  • Forum Sophomore 300
  • Signature Look 250
  • Dressed Up 200
Reply
.::Cafe Merk Indo::.

 
Manage Your Items
Other Stuff
Get GCash
Offers
Get Items
More Items
Where Everyone Hangs Out
Other Community Areas
Virtual Spaces
Fun Stuff
Gaia's Games
Mini-Games
Play with GCash
Play with Platinum